49 Jemaah Umrah Terlantar Dipulangkan

jamaah_umrah_terlantar

jamaah_umrah_terlantarJeddah: Kantorurusanhaji.com mengkonfirmasi kepada salah satu jemaah terlantar dari PT.JMBI Anzar Rashid yang sudah beberapa hari tidak dapat kembali ke tanah air, akan diberangkatkan malam dini hari (22/05) pukul 5.00. “Sesuai informasi yang kami dapat dari pak Jauhari dari Kantor Urusan Haji (KUH), 38 orang jemaah dari Mazaya akan diberangkatkan dengan maskapai Emirates malam nanti,” ucap Anzar.

Perihal informasi yang didapat dari adik pemilik Mazaya Isa al-Ahmadi beberapa jam lalu, tidak benar bahwa 15 orang jemaah akan diberangkatkan pada siang ini yaitu pukul 13.00 dari bandara King Abdul Aziz Jeddah menuju Soekarno-Hatta Jakarta. Hal ini didapat dari konfirmasi kantorurusanhaji.com kepada Anzar bahwa tidak ada yang berangkat siang ini. “Tidak ada pak! Kami masih menunggu dari Multazam yang 11 orang jemaah, rencananya dengan Garuda besok. Kita minta kalau bisa berangkat sama-sama malam ini dengan Emirates,” jelas Anzar.

Pada mulanya, saat menerima laporan tentang sejumlah jemaah umrah terlantar di Jeddah staf pelaporan jemaah umrah Badrus Sholeh dari Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah mendatangi hotel Layali, Jeddah. Di sana, Badrus bertemu dengan sekitar 15 orang jemaah umrah yang diberangkatkan oleh PT.JMBI (18/05) memastikan jemaah dalam kondisi baik. “Alhamdulillah pak, semua jemaah dalam kondisi baik!”, jelas Badrus kepada kantorurusanhaji.com (19/05).

Ketika kantorurusanhaji.com konfirmasi kepada Badrus perihal muassasah yang mengeluarkan visa, jemaah tidak dapat menjawab sebab paspor mereka ditahan konon oleh pihak muassasah, hotel dan perusahaan bus. Saat ditanya kepada salah satu jemaah bahwa paspor benar ditahan karena travel yang memberangkatkan mereka belum melunasi uang operasional pelayanan mereka selama di Saudi Arabia. “Menurut perwakilan JMBI Ali Abdullah bahwa JMBI belum membayar akomodasi, transportasi dan katering. Makanya paspor ditahan agar bisa membayar,” jelas Badrus via wa kepada kantorurusanhaji.com.

Kantorurusanhaji.com mengkonfirmasi hal ini kepada Ali Abdullah via telpon, menanyakan perihal paspor yang ditahan oleh pihak hotel. “Saya sudah ambil paspor jemaah dengan minta tolong kepada Mazaya,” jelas Ali.
Ketika ditanyakan kepada Ali bagaimana peristiwa ini bisa terjadi, ia hanya menjawab bahwa itu terjadi karena hotel Mekkah merasa hutang travel yang sudah menumpuk belum juga dibayar. “Begini pak, mereka minta kepada saya untuk urus jemaah di Mekkah dan Madinah. Saya urus dan tangani. Namun ketika itu terkait dengan hotel Mekkah mereka menahan paspor. Dengan alasan travel belum bayar kewajibannya,” tambah Ali.
Menurut taksiran Ali, hutang travel kepada hotel bisa mencapai angka SR. 160 ribu, dan tunggakan rombongan terakhir (49 orang) didapat informasi dari Mazaya sekitar SR. 13ribu lunas dibayarkan guna mengambil paspor yang ditahan.

Travel yang menelantarkan 49 jemaah ini juga ternyata berhutang kepada Ali sekitar USD. 60ribu. “Saya juga serba salah pak, karena travel punya tunggakan ke saya sekitar USD 60ribu. Saya mohon bantuan agar uang saya juga bisa dibayar pak,” tegas Ali dengan suara lirih.

Kasus keterlantaran jemaah kali ini membuat Konsul Jenderal RI Dharmakirty Syeilendra Putra yang didampingi Staf Teknis Haji Arsyad Hidayat dan Akhmad Jauhari dari Kantor Urusan Haji (KUH), mendatangi 49 jemaah yang ditampung sementara di hotel Layali Jeddah, guna memastikan bahwa kondisi mereka baik dan aman.

Di saat yang sama, Staf Teknis Haji (STH) Ahmad D. Bashori didampingi staf protokol M.Syafii meluncur ke Mekkah memastikan paspor yang konon ditahan oleh pihak hotel dan muassasah dalam kondisi aman. Kedatangan STH ke kantor Mazaya di bilangan Zahir Mekkah disambut oleh Isa al-Ahmadi.

Menurut Isa, semua paspor jemaah yang mendapatkan visa dari Mazaya aman di kantor mereka setelah hutang travel kepada hotel dibayarkan Mazaya. Hal ini membenarkan apa yang diucap Ali kepada kantorurusanhaji.com. “Semua paspor telah ada di kita semua setelah kami lunasi pembayaran yang menjadi kewajiban kami yaitu SR.13ribu,” pungkas Isa.

Didapat informasi dari jemaah JMBI bahwa biaya yang dibayarkan jemaah kepada travel berkisar antara Rp. 10-25 juta, yang dibayarkan lebih kurang dua tahun lalu.

Sumber: Kantorurusanhaji.com