Aturan Haji Khusus Diperketat

Jamarah_Haji

Jeddah: Sumber di Kementerian Haji Saudi Arabia mengeluarkan sebuah instruksi kepada perusahaan-perusahaan Haji dan Umrah (plus) untuk tidak menandatangani kontrak dengan jemaah haji, mendaftarkan diri, membuat reservasi atau menerima uang apapun sebelum secara resmi mendapatkan izin yang diperlukan pada musim haji yang akan datang.

Kementerian Haji telah menyelesaikan alokasi kemah bagi jemaah haji lokal dan kepada Muassasah Tawafah di awal tahun ini karena keinginan kuat untuk memberi waktu yang cukup kepada para penyedia layanan haji guna mempersiapkan tenda dan meningkatkan kualitas pelayanan-pelayanan pada musim ini.

Pelaksana direktur cabang Kementerian Haji Abdul Rahman Al Nufaie, menegaskan Kementerian Haji telah menyelesaikan penempatan kemah/tenda untuk para jemaah haji lokal dan Muassasah Tawafa, dengan mengatakan: “Proses pemberian lokasi akan dimulai jika perusahaan-perusahaan memberikan standar kebutuhan tenda-tenda yang kemungkinan dilakukan pada tanggal 15 Shawwal (31 Juli).” Al Nufaie mengatakan instruksi Kementerian Haji mengharuskan setiap perusahaan tidak memasarkan atau mengumumkan pelayanan apapun sehingga mereka mendapatkan izin musiman mereka dan mendapatkan lokasi masing-masing.

“Ini tidak masuk akal mengumumkan atau memasarkan layanan-layanan tanpa tahu di mana akan ditempatkan atau pelayanan-pelayanan apa yang masuk. Semua perusahaan terlebih dahulu memenuhi seluruh syarat baru kemudian mengumumkan program pelayanan mereka,” jelas Al Nufaie.

Abdul Qader Al Jabriti, Wakil Presiden Komite Haji di Kamar Dagang dan Industri wilayah Makkah mengatakan bahwa alokasi tenda lebih awal menyenangkan, tetapi manfaat dari langkah ini menjadi negatif jika perusahaan harus menunggu hingga seluruh perizinan didapat. “Perusahaan haji plus tidak dapat menerima izin dan dukungan final untuk lokasi tenda mereka kecuali bila mereka sudah memenuhi syarat yang diberikan Kementerian Haji, terutama menunjukkan jaminan bank sebelum tanggal 9 Ramadhan. Syarat ini secara khusus akan memposisikan sebuah perusahaan pada posisi sulit secara finansial jika mereka mencoba terus maju tanpa mengikuti perintah Kementerian, sebab modal mereka akan berhenti,” tambah Al Jabriti.

Al-Jabriti sekarang telah meminta kementerian meninjau ulang keputusan dan mengizinkan perusahaan haji mendaftarkan jemaah haji dan menerima uang dari mereka dengannya mereka dapat menyelesaikan persoalan keuangan dan punya cukup dana mempersiapkan lokasi tenda mereka di waktu yang baik.

Lebih dari itu, al-Jabriti, mengatakan proses alokasi dini lokasi tenda secara faktual akan membantu perusahaan merencanakan dan mempersiapkan musim haji ini lebih baik, dan membuka pendaftaran bagi warga dan mengetahui jumlah yang tepat mereka yang ingin melaksanakan ritual haji ini. “Semua ini pada akhirnya menghasilkan tingkat pelayanan yang lebih baik tahun ini, tetapi keputusan dan pembatasan kementerian baru-baru ini kelihatannya akan membatalkan semua manfaat itu,” komentarnya.

Sumber: Kantorurusanhaji