Cara Daftar Haji Reguler

Jabal-Uhud

Bagi anda yang ingin berangkat haji ada baiknya mengetahui 2 kategori penyelenggaraan haji. Pertama Haji Reguler dan Kedua Haji Khusus. Haji reguler adalah haji yang sepenuhnya diselenggarakan oleh pemerintah dalam hal ini Kementrian Agama sedangkan Haji Khusus diselenggarakan oleh pihak swasta yaitu travel yang telah mendapat izin dari Kementrian Agama.

Demi keamanan dan kenyamanan jamaah haji, pemerintah Arab Saudi menetapkan kouta haji per negara, dimana kouta ini merupakan keputusan Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Konferensi Islam (OKI) tahun 1987 yaitu Perhitungan kuota jamaah haji per negara berdasarkan 1/1000 jumlah penduduk muslim.

Kuota haji Indonesia dibagi dalam dua kategori yaitu kuota haji reguler dan kuota haji khusus yang masing-masing jumlahnya ditetapkan oleh Menteri Agama,

Pendaftaran haji

Waktu dan Tempat

Pendaftaran haji dilakukan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota tempat domisiti setiap hari kerja

Syarat-Syarat Untuk Mendaftar Haji

a.Beragama Islam;

b.Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter;

c.Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku

d.Memiliki Kartu Keluarga;

e.Memiliki Akte Kelahiran atau surat kenal lahir atau Buku Nikah atau Ijazah.(bila tidak punya bisa diganti surat keterangan dari camat)

f.Apabila jamaah haji sudah punya paspor yang masih berlaku pada point d dan e diganti dengan photo copy paspor dengan menunjukkan paspor aslinya.

g.Memiliki tabungan untuk setoran awal diatas Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah).

Cara Mendaftar

a. Memeriksakan diri ke Puskesmas setempat;

b. Membuka tabungan pada Bank Penerima Setoran – Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS – BPIH) dengan saldo diatas 25 juta;

c. Datang ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota sesuai domisili dengan membawa Surat Keterangan Sehat, KTP, Buku Tabungan dan pasfoto terbaru ukuran 3×4 sebanyak 10 buah

d. Menyerahkan pas foto 3×4 sebanyak 10 lembar dengan ketentuan berlatar belakang putih dan berukuran wajah tampak 70-80%.

e. Mengisi Surat Permohonan Pergi Haji (SPPH) pada Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) dipandu petugas dan disahkan oleh petugas Kantor Kementerian Agama Kab/Kota;

f. BPS-BPIH membuat nota pendebetan rekening tabungan haji sebesar Rp. 25 juta untuk ditransfer ke rekening Menteri Agama Cq. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah di Cabang BPS-BPIH yang ditunjuk sebagai pooling dana Setoran Awal Haji. Cabang BPS-BPIH menginput nomor pemindahbukuan/ transfer dan data SPPH untuk mendapatkan nomor porsi sebagai bukti telah sah terdaftar sebagai calon jemaah. Kemudian Calon Haji mendapatkan bukti setoran awal.

Di BPS BPIH jamaah akan mendapatkan 5 (lima) lembar bukti setor:

  1. Lembar pertama (asli) untuk calon jemaah haji;
  2. Lembar kedua untuk BPS BPIH;
  3. Lembar ketiga untuk Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
  4. Lembar keempat untuk Kantor Wilayah Kementerian Agama;
  5. Lembar kelima untuk Kantor Kementerian Agama Pusat cq Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Melaporkan diri ke Kankemenag Kab/ Kota tempat mendaftar paling lambat 5 (lima) hari dengan menyerahkan Bukti Setoran dari Bank.