Cukup 24 Riyal Saja ke Masjidil Haram

Munatour Masjidil Haram

Makkah – Nasihat demi nasihat terus diberikan petugas haji kepada jemaah agar selalu menjaga harta bendanya saat beribadah. Termasuk ketika pergi beribadah ke Masjidil Haram, uang living cost jangan dibawa semua.

“Kurang lebih 24 riyal setiap jalan . Itu cukup untuk 2 kali makan-minum. Kan kalo transportasi ada,” kata Kepala Seksi Perlindungan Jemaah Jaetul Muchlis Basyir di Makkah, Sabtu (5/9/2015).

Transportasi yang dimaksud Muchlis adalah bus shalawat. Bus ini mengantar jemaah penginapan-Masjidil Haram dan sebaliknya setiap hari selama 24 jam.

Uang berlebih sebaiknya disimpan di hotel dalam tempat yang aman seperti di safe deposit box. Jika memang niat untuk belanja, bawalah uang sesuai dengan apa yang akan dibeli.

Lebih lanjut Muchlis meminta jemaah untuk menuliskan nama besert nomor kloter dan embarkasinya di amplop tempat uang living cost tersimpan. Hal ini bertujuan agar petugas bisa mengembalikan amplop itu ke pemiliknya bila tercecer.

“Jamaah diimbau agar menuliskan nama dan nomor kloternya pada amplop living cost, sehingga kalau tercecer kita bisa mencari dan melacak siapa pemiliknya,” terang Muchlis.

Sebagian jamaah haji Indonesia mempunyai kebiasaan menyimpan uang living cost nya dalam bentuk seperti pertama kali diberikan di embarkasi. Semuanya disimpan dalam amplop, tidak dipindahkan pada tempat penyimpanan lain, seperti dompet atau lainnya.

Muchlis menyinggung penemuan amplop berisi living cost 900 riyal di terminal bus shalawat Syib Amir. Petugas masih mengamankan uang itu karena tidak ada identitas apapun di amplop tersebut.

Terkait pengamanan jemaah di Makkah, Muchlis mengaku ada perkembangan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selama seminggu kedatangan jemaah, Muchlis mengatakan baru ada 3 kasus kehilangan dan jemaah yang tersesat berkurang.

“Dari 85 kloter jamaah yang datang ke Makkah dengan jumlah hampir mendekati 25 ribu orang, dalam rentang 6 hari masa kedatangan, kejadian-kejadian yang tidak diinginkan relatif bisa diminimalisir,” jelasnya.

(gah/Hbb)

Sumber : news.detik.com