Kunjungan Menteri RI ke Muassasah Asia Tenggara

Makkah (13/07/2015): Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi. Kunjungan tersebut diadakan dalam rangka pengecekan terakhir persiapan penyelenggaraan operasional haji di Arab Saudi tahun 1436 H/2015 M. Dalam kunjungan tersebut Menag didampingi oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Prof. Dr. Abdul Djamil, dan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis.

Untuk meningkatkan layanan kepada jemaah haji yang merupakan keinginan Pemerintah dalam hal ini Kementrian Agama, Menag RI Lukman Hakim kemarin (12/07) menyambangi salah satu patner kerjanya di Arab Saudi, yaitu Muassasah Asia Tenggara yang berkantor di kota Makkah Mukarramah.

Kunjungan Menag dan jajarannya ini disambut hangat oleh para pejabat Muassasah Asia Tenggara. Menurut Hatim Iraqi Ketua Proyek dan Masyair Muassasah, saat pertemuan tersebut ketua Muassasah Asia Tenggara Mustafa Damanhur berhalangan hadir dikarenakan sedang melakukan kunjungan ke luar negeri.

Dalam kunjungan ini Lukman Hakim meminta kepada Muassasah agar dapat memberikan pelayakan kepada jemaah haji Indonesia khususnya yang telah lanjut usia untuk ditempatkan di perkemahan yang dekat dengan lokasi melontar Jumrah.

Menanggapi permintaan tersebut, Muassasah menyatakan akan menyediakan bus untuk jemaah haji Indonesia yang berada di perkemahan Mina jadid.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Prof. Dr. Abdul Djamil menyampaikan bahwa dengan adanya pengurangan kuota sebanyak 20% bagi seluruh jemaah haji di seluruh negara justru jemaah haji Indonesia berpeluang ditempatkan di Mina, dan tidak ada lagi yang berada di Mina jadid.

Menjawab itu, Muassasah menyatakan bahwa kebijakan pemerintah Arab Saudi adalah memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah haji. Dahulu sebelum dilakukan pengurangan kuota, masing-masing jemaah haji mempunyai porsi kemah di Mina seluas 75 cm persegi. “Ini kurang nyaman bagi jemaah haji”, ujar salah satu pejabat Muassasah. Oleh karena itu, setelah dilakukan pengurangan kuota, pemerintah Arab Saudi menambah luas porsi perjemaah sampai lebih dari 100 cm persegi. “Sehingga untuk menempatkan semua jemaah haji Indonesia ke Mina tidak bisa dilakukan”, tegas pejabat tersebut.

Sumber: Kantorurusanhaji.com