Rukun-Rukun Haji

58

Keinginan berhaji pasti jadi impian setiap umat manusia yang memeluk agama islam. Oleh sebab itu mulai saat ini anda harus tahu tata cara melakukan haji setelah mendapatkan biro umrah dan haji yang sesuai dengan biaya umroh atau hajinya.

Rukun haji adalah perbuatan yang wajib dikerjakan dan tidak bisa diganti dengan membayar denda sekalipun. Meninggalkan salah satu dari rukun haji maka akan gugur bahkan dinyatakan tidak sah ibadah hajinya. Ada beberapa rukun haji yang harus kamu lakukan saat melakukan haji.

1. Ihram
Ihram adalah keadaan seseorang yang telah berniat untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah dengan menggunakan pakaian ihram yangberwarna putih bersih dan tidak berjahit. Namun pakaian yang tidak berjahit hanya berlaku untuk laki-laki saja.

Ada 3 wajib ihram yaitu:
 Ihram sejak miqot
 Tidak menggunakan pakaian yang ada jahitannya untuk laki-laki.
• Laki-laki dilarang memakai baju, mantel, jubbah, penutup kepala ataupun sepatu.
• Wanita tidak boleh memakai cadar atau niqob dan sarung tangan.
 Bertalbiyah

 

2. Wukuf di Padang Arafah
Wukuf adalah kegiatan utama dalam haji. Bila dalam rangkaian kegiatan haji jamaah tidak dapat melaksanakan wukuf dengan baik maka tidak sah ibadah hajinya. Wukuf dilaksanakan pada waktu zuhur, dimulai sejak tergelincir matahari tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijah (pada bulan haji).

Ibnu Rusyd berkata, “Para ulama telah sepakat bahwa wukuf di padang Arafah merupakan bagian dari rukun haji dan barangsiapa yang luput atau meninggalkannya, maka harus ada haji pengganti atau hajinya diulang tahun berikutnya.”

Wukuf merupakan suatu kegiatan yang hadir dan diam di daerah arafah baik anda dalam keadaan sadar, tertidur, berkendaraan, duduk, berjalan ataupun berbaring meski dalam keadaan suci atau tidak suci.

3. Tawaf
Tawaf adalah kegiatan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran yang dimulai dari posisi Hajar Aswad dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri orang yang bertawaf. Orang tawaf harus dalam keadaan suci dan menutup aurat. Ada beberapa jenis tawaf yaitu:
 Tawaf qudum, dilakukan ketika baru sampai di Mekah
 Tawaf ifadah, dilakukan karena melaksanakan rukun haji
 Tawaf nazar, dilakukan karena nazar
 Tawaf sunah, dilakukan tidak karena sebab-sebab tertentu (mencari keutamaan dalam ibadah).
 Tawaf wadak, dilakukan karena hendak meninggalkan mekah
4. Sa’i
Sa’I adalah kegiatan berlari-lari kecil antara bukit Safa dan bukit Marwah. Awal harus dimulai dari bukit Sa’fa dan diakhiri di bukit Marwah. Sai dilakukan sebanyak tujuh kali dan dikerjakan setelah tawaf.
Berikut syarat jika melakukan Sa’i:
 Niat.
 Berurutan antara thowaf, lalu sa’i.
 Dilakukan berturut-turut antara setiap putaran. Namun jika ada sela waktu sebentar antara putaran, maka tidak mengapa, apalagi jika benar-benar butuh.
 Menyempurnakan hingga tujuh kali putaran.
 Dilakukan setelah melakukan thowaf yang shahih.

5. Menggunting Rambut
Waktu yang tepat melakukan gunting rambut adalah setelah melempar Jumrah Aqabah. Jumlah rambut yang dicukur minimal tiga helai dan boleh lebih.

6. Tertib
Tertib berarti melakukan semua ruku-rukun haji sesuai dengan urutannya dan tidak boleh ada yang terlewatkan.